Tinjauan Konsep Dasar Manajemen Organisasi Seni pertunjukan MAKOBAR (Manahan kota Barat) INTERTAIMENT

Berikut ini adalah contoh kasuistis dalam manajemen pemasaran seni.

Pendahuluan

MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment adalah nama organisasi bergerak di bidang musik yang merupakan komunitas grup musik dalam satu manajemen. basecame atau kantornya berada di Komplek Stasiun Purwosari Rt03/XIV, Laweyan, Solo yang Anggotanya berasal dari berbagai daerah meliputi solo raya yaitu solo, Sukoharjo, klaten dan boyolali. Berdirinya Komunitas musik ini tahun 2005 sebagai pimpinan pertamanya Ig Agus Santoso kemudian diganti oleh Bang Niko hingga sampai sekarang dan di tahun itu juga MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment mulai eksis untuk main musik akustik di berbagai event, pentas reguler dan acara wedding.

Awal Mulanya terbentuknya MAKOBAR (manahan Kota Barat) intertaiment sebenarnya bermula dari hobbies, ngamen di pinggir jalan Kota Barat dan Manahan. Dari situ, mulai dari pengamen individu beranjak terbentuk grup musik dan kemudian mereka mulai serius bermain musik akustik hingga dapat pentas di berbagai hotel maupun restoran yang ada dikota Solo. Karena banyaknya job mereka melempar job tersebut ke grup-grup yang lain hingga dapat menjalin kesepakatan untuk membentuk komunitas satu manajemen yang dinamakan MAKOBAR Intertaiment.

Anggota MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment kebanyakan berlatar belakang pendidikan yang minim. Mereka dasarnya berangkat dari pengamen jalanan yang ditarik oleh pengurus MAKOBAR (manahan Kota Barat) Intertaiment untuk menjadi anggota. Keuntungan ikut menjadi anggota adalah mereka disarankan untuk membentuk grup untuk menyiapkan supaya dapat siap di dunia MAKOBAR Intertaiment, dan juga mereka mendapatkan fasilitas berlatih serta dapat meminjam alat untuk pentas atau pada waktu mendapatkan job. Salah satu keunikan dari komunitas tersebut yaitu ada beberapa pertimbangan dari mereka memilih musik akustik di pentas-pentas karena fleksibel (dapat dibawa kemana-mana) pada instrumennya dan juga bisa dimainkan diadalam maupun diluar ruangan sesuai kebutuhan. Berbeda dengan band yang mesti memakai sarana yang banyak dalam penyajiannya.

Melihat dari sekilas tentang MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment. Ada sesuatu keinginan untuk mengetahui lebih dalam. Maka dari itu untuk sub bahasan selanjutnya pembahasannya mengenai: Apa konsep dasar manajemen organisasi MAKOBAR (Manahan Kota Barat) INTERTAIMENT?. Untuk pembahasanya dibatasi hanya menelaah mengenai mamfaat berorganisasi, mamfaat manajemen, perencanaan organisasi, pengorganisasian kegiatan, pengarahan anggota dan pengendalian kegiatan MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment.

Pembahasan

Dalam buku managemen organisasi seni pertunjukan/Achsan Permas, Chrysanti Hasibuan Sedyono, L.H. Pranoto, Triono Saputro; editor: Sungkowo Sutopo. Jakarta: penerbit PPM, 2003 tertulis:

Berkesenian dapat dilakukan secara individu, misalnya menari, membaca puisi, menyanyi solo, bermain musik solo, atau berpantomim. Banyak seniman berhasil dan terkenal karena berkesenian secara individu. Namun ada juga kesenian yang akan lebih baik jika dilakukan secara keompok atau memang harus berkelompok, misalnya teater, drama, sinetron, ketoprak, band, orkestra, dan menarikan tari serampang dua belas. Karena sudah sering menjalankan kesenian secara berkelompok dan anggota kelompok sudah cocok satu dengan yang lain, banyak seniman kemudian membentuk grup ataupun komunitas.

Ditinjau dari aspek nonkesenian pembentukan organisasi komunitas grup musik akustik (MAKOBAR Intertaiment) dinilai memberikan mamfaat yang lebih besar kepada pencapaian tujuan jika dibandingkan dengan dilakukan secara individual. Manfaat itu seperti:

Meningkatkan taraf hidup, derajat, kesejahteraan anggota yaitu dari pengamen jalanan hingga menjadi pengamen café, hotel, resto ataupun main di beberapa pentas besar dengan perjanjian terlebih dahulu sebelum pentas.
Membuka lapangan kerja dan mengurangi penganguran dikarenakan susahnya mendapatkan pekerjaan bagi yang berpendidikan minim.
Sebagai wadah bagi anggota dan masyarakat untuk belajar berorganisasi.
Menjadi koordinasi grup-grup musik yang tergabung dalam MAKOBAR Intertaiment di bidang sosial, politik dan ekonomi.
Sebagai penghubung pemerintah ke masyarakat tentang kebijakan-kebijakan dikarenakan MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment adalah salah satu organisasi masyarakat yang terdaftar.
Merivitalisasi dan melestarikan atau meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap suatu jenis kesenian khususnya musik

Sudah mengetahui bahwa berorganisasi bagi MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment mamberi manfaat yang sangat penting, biarpun begitu dalam berorganisasi MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment harus dimanajemeni dengan baik supaya tidak bubar. Permasalahan yang menyebabkan hingga bisa bubar yaitu biasanya dari aspek non artistik dan aspek manajemen kurang mendapat perhatian dari seniman seni pertunjukan. Sebagai contoh pimpinan grup sering bekerja sendiri seperti pemasaran dan kontrak, menyediakan materi lagu, mengarasemen, mengelola uang, mengurusi akomodasi. Sebagai pertanyaan apakah pemimpin grup mampu melakukan itu semua, alangkah baiknya tugas-tugas tersebut di bagi dan dibuat struktur organisasi supaya pekerjaan lebih ringan seperti azas negara kita yaitu gotong royong. Di bawah ini merupakan susunan pengurus barisan independent MAKOBAR Intertaiment And Friends.

Koordinator Pusat : Ig Agus Santoso

: Komplek Stasiun Purwosari Rt03/XIV.Laweyan.Solo

: (0271) 3085711

Simpul Solo : Hanung Sasongko

: Cinderejo Kidul Rt05/IX. Banjarsari.Solo

: 08985225221

Simpul Sukoharjo : Aries Rudiyanto

: Jl. Manggis 3 No.024 Rt02 RwXXI

: Ngringo Jaten Karang anyar

: 081804505098

Simpul Klaten : Wiyono

: Tegal sari lor Rt03 Rw III Kartosuro

: Sukoharjo telp: 085647019080

Simpul Boyo lali : Gito Suronggo

: Bibis Baru Rt02 Rw XIII

: 085642111159

Tidak hanya kepengurusan yang di atas saja tetapi masih ada seksi-seksi yang berhubungan dengan dukungan aspek nonartistik seperti seksi pemasaran, seksi penggalangan dana bantuan, seksi team keja terpadu dalam pentas, dan juga ada dibidang adminitrasi seperti bendahara dan sekertaris.

Dari uraian diatas membahas bahwa organisasi adalah kesepakatan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pengorganisasian dan manajemen MAKOBAR Intertaiment berawal dari sekelompok orang (yang di motori oleh Ig Agus Santoso) dengan tujuan bersama yaitu bersama, berbagi dan satu sebagai wadah kebutuhan musik intertaiment di Solo raya. MAKOBAR Intertaiment adalah salah satu organaisasi masyarakat (ORMAS) di bidang kesenian yang sekarang mempunyai banyak anggota yang terpisah dalam grup-grup yang berkategorikan master lagu old dies (kenangan) maupun lagu top forti (pop sekarang). Di bawah daftar nama grup-grup yang tergabung dalam satu manajemen MAKOBAR Intertaiment:

Interlude acoustic : all around
Makobar n Friends : all around
Blue moon : oldiest / Country / latin
Simple acoustic : all around + top 40
Victory acoustic : all around
Opsa : all around
everland band : oldiest
Maestro Akustik : all around + top 40

Dari kesepakatan itu pembicaraannya tidak lepas dari proses manajemen yang perlu disiapkan dalam membantu organisasi tersebut untuk mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Penjelasannya dapat kutipan (dari buku managemen organisasi seni pertunjukan/Achsan Permas, Chrysanti Hasibuan Sedyono, L.H. Pranoto, Triono Saputro; editor: Sungkowo Sutopo. Jakarta: penerbit PPM, 2003) tertulis: Efektif artinya dapat menghasilkan, menampilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman dan penontonnya. Efisien artinya menggunakan sumber daya secara rasional, hemat, tidak ada pemborosan atau penyimpangan. Pada dasarnya, manajemen adalah cara memanfaatkan input untuk menghasilkan hasil yang maksimal melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan.

Sebagai contoh grup inti dari salah satu grup yang terdaftar di MAKOBAR Intertaiment yang bernama MAESTRO Akustik yang pentas pada malam tahun baru di café dan hotel D’Solo. Perencanaannya untuk menentukan sasaran yang akan dicapai kedepan, pastinya untuk perencanaannya dimulai sebelum mendapatkan kontrak dengan café D’Solo. Untuk kegiatan dari hasi yang sudah direncanakan adalah sebagai berikut:

Sasaran

Pentas dalam malam tahun baru

Kegiatan

Memasarkan, menawarkan bernegosiasi.
Membuat surat perjanjian
Memilih materi lagu yang yang akan dipentaskan
Latihan

Untuk sasarannya pentas di hotel & café D’Solo dengan promosi sekaligus negosiasi untuk pentas malam tahun baru antara Pengurus MAKOBAR Intertaiment dengan pihak hotel. Akhirnya dengan senang hati bisa tembus (dapat proyek/reguler) untuk tahun baru bisa pentas dan sekaligus dapat honornya. Untuk kesepakatannya antara tertuang dalam surat perjanjian seperti berikut:

HOTEL & CAFÉ D’SOLO

yang bertanda tangan di bawah ini saya:

Nama : Kang Niko

jabatan : Manager makobar Entertainment

di sebut sebagai pihak pertama ( 1)

yang bertanda tangan di bawah ini saya:

Nama : Bp. Kris

jabatan : Fnb. Manager Sahid Raya Hotel

di sebut sebagai pihak pertama ( 2)

Kedua belah pihak sepakat melakukan kerjasama dalam bentuk pementasan musik malam tahun baru 2010.

PASAL 1

pihak pertama bertanggung jawab untuk mengisi acara di HOTEL & CAFÉ D’SOLO dengan kelompok musik dan juga bersedia latihan di D’Solo 7kali latihan .

PASAL 2

pihak ke dua bertanggung jawab untuk membayar semua honor seluruh kelompok musik yang melakukan pementasan di HOTEL & CAFÉ D’SOLO kepada pihak pertama yaitu sebesar Rp 800.000,-

PASAL 3

hal-hal maupun peraturan yang belum tercantum akan dibicarakan lebih lanjut, apabila ada permasalahan akan diselesaikan secara musyawarah antara pihak pertama dan pihak ke dua .

surat perjanjian ini di buat rangkap dua,

Pihak pertama Pihak ke dua

(Kang Niko) (Bp Kris)

Untuk pemilihan lagu yang ditentukan sebagai berikut:

Terlampir

Sedangkan untuk latihan dilaksanakapa pada setiap hari jumat, satu kali dalam seminggu selama tujuh kali sebelum malam tahun baru. Dalam pembagian honornya untuk setiap main pasti disisihkan 10% untuk operasional organisasi, sedangkan untuk honor per orang Rp.100.000,-. Dibawah ini adalah kalkulasi dananya:

Dari D’Solo (uang masuk) : Rp. 800.000,-

Honor @Rp. 100.000,- x 7 orang : Rp. 700.000,-

Operasional (kas) MAKOBAR : Rp. 100.000,-

Saldo 0

Kesimpulan

MAKOBAR (manahan Kota Barat) Intertaiment adalah nama organisasi bergerak dibidang musik yang merupakan komunitas grup musik dalam satu manajemen. Ditinjau dari aspek nonkesenian pembentukan organisasi komunitas grup musik akustik (MAKOBAR Intertaiment) dinilai memberikan mamfaat yang lebih besar kepada pencapaian tujuan jika dibandingkan dengan dilakukan secara individual. Sudah mengetahui bahwa berorganisasi bagi MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment mamberi manfaat yang sangat penting, biarpun begitu dalam berorganisasi MAKOBAR (Manahan Kota Barat) Intertaiment harus dimanajemeni dengan baik supaya tidak bubar. Permasalahan yang menyebabkan hingga bisa bubar yaitu biasanya dari aspek non artistik dan aspek manajemen kurang mendapat perhatian dari seniman seni pertunjukan.

Daftar Pustaka

PERMAS, Achsan (2003) Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan/Achsan Permas, Chrysanti Hasibuan Sedyoyo, L.H. Pranoto, triono Saputro; Sungkowo Sutopo. Jakarta; Penerbit PPM, 2003.

About these ads

~ oleh cahyani pada Februari 4, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: