Manajemen itu Ilmu atau Seni … ???

Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian??…. sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan.

Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dapat dipelajari oleh siapa saja, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori. Kadang-kadang hidup harus ada aturan. Ilmu manajemen pendekatannya merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Soalnya hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Metode ilmiah pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan :

1.

Mengetahui adanya persoalan.

2. Mendefinisikan persoalan.
3. Mengumpulkan fakta, data dan informasi.
4. Menyusun alternatif penyelesaian.
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
6. Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut.

Sedang manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Hal ini disebabkan oleh kepemiminan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan aga susah untuk dipelajari..Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuna ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Manager itu dididik atau dilahirkan …. ???

Manajer yang dididik

Setiap orang bisa menjadi apa yang ia inginkan jika ia mau berusaha. Mungkin ada yang bilang, jika ingin menjadi sesuatu, ia harus punya bakat dibidang yang ia inginkan. Namun, ketika dilihat pada nyatanya hal itu tidak sepenuhnya benar, banyak orang yang bisa menjadi yang ia inginkan tanpa harus punya bakat dibidang tersebut. Hal yang terpenting untuk dapat mencapainya adalah terlebih dahulu tenrukan niat dan bulatkan kemauan. Sama halnya dengan seorang manager, seseorang yang tidak punya bakat untuk menjadi seorang manager bisa saja menjadi seorang manager jika dididik untuk menjadi seorang manager. Jiwa kepemimpinannya pun akan tumbuh dengan sendirinya seiring didikan tersebut.

Pada era global dan otonomi daerah sekarang ini semua bidang, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk juga pendidikan dituntut untuk menigkatkan profesionalisme, mengingat tingkat persaingan antarnegara dan antardaerah semakin kompetetif.
Pada sektor pendidikan, setiap penyelenggara pendidikan dituntut untuk selalu meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mewujudkan manusia terdidik (educated human beings) yang mempunyai life skills yang berkualitas tinggi. Membentuk manusia yang terdidik bukanlah suatu hal mudah. Di sinilah diperlukannya kesinergian dari fungsi-fungsi manajemen yang ditata secara kreatif dan profesional. Begitu pula seorang manager, tidak hanya diperlukan bakat tetapi juga pendidikan agar kualitas manager tersebut dapat meningkat.

Manajer dilahirkan

Seorang manajer memiliki tanggung jawab yang amat besar terhadap kelangsungan hidup suatu perusahaan. Oleh karena itu,suatu perusahaan harus meiliki manajemen dan manajer yang bertanggung jawab agar perusahaan berjalan dengan efektif dan efisien. Manajer di lahirkan untuk berkembang dalam suatu bidang atau banyak bidang yang mengatur manajemen perusahaan. Namun ada tanggapan bahwa manajer bukan dilahirkan melainkan dididik untuk menjadikan kepribadian manajemen yang baik.

Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyedia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

http://m4sr1p4h.ngeblogs.com

~ oleh cahyani pada Februari 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: