Resensi Hush, Hush

Data Novel
Hush, Hush
Penulis Becca Fitzpatrick
Kategori: Novel
ISBN: 978-602-8224-65-9
Ukuran: 14×21 cm
Halaman: 488 halaman

Novel ini cukup menarik untuk dibaca hingga akhir. Gejolak asmara dan horor menjadi suasana yang dominan. Percampuran dari kedua suasana tersebut menjadi menarik disetiap lembar ceritanya. Menggugah rasa ingin tahu pembaca untuk membalik halamannya hingga akhir.
Berawal dari kejadian mencekam yang dialami Nora saat perjalanan pulang menuju kerumahnya. Kejadian yang begitu cepat sehingga seakan Nora bermimpi dan saat dia memutuskan untuk kerumah sahabatnya Vee dan menceritakannya, Vee pun tak percaya. Mungkinkah ada yang ingin menyakiti Nora? Atau membunuhnya? Sesampai di rumah, Nora masih berpikir, mengingat saat-saat mencekam yang ia alami. Ia berusaha mengingat detail kejadian hingga ia tertidur.
Nora bertekad untuk menyelidiki hal-hal yang terkait dengan kejadian yang ia alami malam itu. Sekolahnya, itu adalah kemungkinan tempat pertama yang ia selidiki. Berturut kejadian aneh ia alami, bersamaan dengan hadirnya sesosok pemuda, Patch, anak baru di kelasnya. Kehadiran pemuda tersebut serasa diperuntukkan bagi Nora karena sampai tempat duduk pun mereka bersebelahan.
Tatapan Patch tak mampu menahan gejolak hati seorang Nora Grey. Meskipun sahabatnya sendiri, Vee telah berusaha mengenalkannya dengan berbagai pria di sekolahnya. Patch sepertinya tak pernah hilang dari benak Nora. Keingintahuannya semakin besar terhadap Patch yang selalu memberikan kejutan terhadap hidupnya akhir-akhir ini.
Entah darimana datangnya makhluk tampan ini, sehingga terus membuat Nora tak henti berpikir akan Patch. Kemunculan Patch seakan mengiringi kehidupan menyeramkan yang Nora alami beberapa waktu ini. Semakin sering hal-hal menakutkan terjadi padanya, semakin ia sering menjumpai Patch. Mungkinkah Patch malaikat pengiringnya? Seakan Patch selalu hadir dalam setiap kejadian hidupnya.
Penelitian Nora akan keberadaan Patch semakin membuatnya gelisah. Kenyataan yang ia temukan dan jawaban atas segala pertanyaan yang selama ini tersimpan di kepalanya dimana tidak ada orang yang bisa percaya padanya atas apa yang ia alami membuatnya harus memilih. Hidup atau perasaannya yang berujung pada kematian?
Perjalanannya dari klub dimana Patch sering berada di sana hingga ke kota, membuatnya merasa seakan ada seseorang yang mengawasi dan membunuhnya. Ya…di suatu perjalanannya menyelidiki kejadian yang ia alami, ia kembali mengalami kejadian yang mencekam. Seseorang mengikutinya, dan sepertinya hidupnya tertolong oleh seorang pemulung yang meminta mantelnya. Karena dengan begitu ia luput dari maut yang ternyata dialami si pemulung. Ternyata benar ada yang ingin membunuhnya. Ketakutan membuatnya mencoba menghubungi Patch. Entah mengapa, Patch yang ada dalam pikirannya saat itu setelah ia gagal untuk menghubungi Vee.
Bukti-bukti dari kejadian yang ia temukan membawa Nora kembali ke sekolahnya malam itu. Suasana gelap menyelimuti sekolah malam itu. Ia bersama Patch mencoba mencari Vee. Namun, apa yang ia dan Patch temukan? Ia berada di sebuah pertempuran maut. Ia masih belum bisa percaya akan akhir dari fakta yang ia temukan akan kejadian mencekam yang selama ini ia temukan. Patchkah orang yang menjadi penyebab semua ini? Keputusan harus segera ia ambil untuk hidupnya.
Tak bisa dipercaya bahwa Nora adalah seorang Nephilim. Makhluk manusia separuh malaikat yang menurun dari ayahnya. Berabad-abad lamanya pertempuran telah terjadi diantara Nephilim dan malaikat murni. Pertempuran yang tidak bisa dihindarkan, dan mungkin itu pula yang terjadi pada ayahnya. Dan sekarang tiba giliran Nora untuk menentukan, siapakah diantara mereka yang pantas hidup dan mati?
Ditulis oleh Cahyani TS

~ oleh cahyani pada April 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: